Siswi MAN 2 Kebumen Juara 2 Lomba Ndongeng Ngapak

 ‎



‎Kebumen - Lomba Ndongeng Ngapak yang diselenggarakan oleh Kampus UMNU Kebumen sudah terlaksana dan menghasilkan kejuaraan. Siswi MAN 2 Kebumen atas nama Akhisya Restianti kelas X-3 keluar sebagai juara. Ia masuk 3 besar setelah bersaing dengan 30 siswa - siswi tingkat SMA / MA di Kebumen dan sekitarnya, dan di babak final ia masuk di urutan kedua. Babak final terlaksana di Kampus UMNU, Sabtu (14/02/26). 

‎Meski hanya juara 2, Akhisya merasa senang dan tidak menyangka sebelumnya. Apalagi ini pertama kalinya ia lomba dalam bidang bahasa Jawa. "Saya sebelumnya belum pernah terjun ke Bahasa Jawa, terus ditunjuk oleh Pak Makrus, terus berani mencoba dulu. Mungkin sekarang sudah ada rasa ketertarikan," tutur Akhisya saat di wawancarai tim jurnalistik via WA. 

‎Dalam babak final, Akhisya menyampaikan dongeng karyanya sendiri yang ia beri judul 'Kisahe Inyong'. "Itu bercerita tentang anak SMP yang baru saja lulus sekolah, lalu dia tidak mau melanjutkan sekolah lagi. Terus ibunya yang memberikan wejangan sehingga mau sekolah. Intinya dongengnya itu berisi nilai positif, apalagi di era seperti ini, anak zaman sekarang itu kalau tiktokan ya kaua misal velocityan, terus joged-joges , padahal banyak konten yang lebih positif," sambung Akhisya.

‎Setelah kejuaraan ini, Akhisya berharap agar bahasa Jawa semakin populer. Pihaknya akan terus berusaha menekuni Bahasa Jawa, khususnya dalam dongeng dan geguritan. 

‎Dihubungi secara terpisah, Muhammad Makrus Hidayatulloh, S.Pd., selaku guru Bahasa Jawa, merasa senang dan apresiasi setinggi-tingginya atas kejuaraan tersebut. Pihaknya optimistis bahwa siswa - siswi MAN 2 Kebumen memiliki bakat terpendam dalam bidang Bahasa Jawa.

‎Terkait dengan persiapan, Makrus menyatakan bahwa latihan intensif terus dilakukan sebelum lomba. "Kalau ndak salah 3x latihan, atau lebih. Upaya yang saya berikan, untuk lebih fokus dan mendalami peran dan karakter tokoh," tuturnya.

‎Makrus terus berharap agar dongeng dan segala hal terkait Bahasa Jawa bisa terus dikembangkan, karena saat ini Bahasa Jawa sudah jarang peminat.

Post a Comment

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

Lebih baru Lebih lama