Edukasi Hukum dan Anti-Bullying: Kejari Kebumen Gelar Program "Jaksa Masuk Sekolah" di MAN 2 Kebumen



Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen menggelar kegiatan penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) 2026 di MAN 2 Kebumen, Kamis (27/8/26). Mengangkat tema "Stop Bullying! Bersama Jaksa Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Berkarakter", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum para siswa serta mencegah tindak perundungan di lingkungan sekolah. 


Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ilma Aulia Safira, S.H. (Penelaah Penuntutan dan Penegakan Hukum Kejari Kebumen), dan Ade Kurniawan, A.Md., (Staff Intelijen). Dalam pemaparannya, tim Kejari Kebumen menegaskan bahwa aksi perundungan (bullying) bukan sekadar gurauan atau masalah internal sekolah semata, melainkan tindakan yang dapat berkonsekuensi hukum tegas. 


“Berbagai bentuk bullying itu kerap terjadi, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Ini yang harus menjadi kewaspadaan bersama agar jangan sampai terjadi di lingkungan sekolah,” tutur Ilma. 


Sebagai gambaran nyata, dipaparkan pula studi kasus lokal kekerasan/perundungan antar-pelajar yang pernah terjadi di wilayah Kebumen. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa status usia sekolah tidak membuat seseorang terbebas dari jerat hukum, di mana proses pidana bagi anak di bawah umur tetap mengacu pada UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) No. 11 Tahun 2012. 


Selain memaparkan dampak negatif perundungan bagi psikologis dan prestasi korban, Kejari Kebumen mengimbau para siswa untuk berani mengambil sikap (speak up). “Jangan diam apabila kalian melihat atau mengalami tindakan bullying. Segera laporkan kepada guru BK, orang tua, maupun aparat penegak hukum jika diperlukan,” tambah Ade. 


Kegiatan berlangsung interaktif dengan diselingi sesi diskusi dan kuis singkat seputar pemahaman hukum serta pencegahan bullying. Program ini diharapkan mampu membentuk sinergi antara aparat penegak hukum, pihak madrasah, dan para siswa dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.  JM

Post a Comment

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

Lebih baru Lebih lama