Obrolan Tentang Lele, Lulusan Teknik Industri Banting Setir Jadi Peternak Lele

Sebut saja nama tokoh kita kali ini adalah Akbar, seorang kepala keluarga muda dengan seorang puteri. Seorang yang pernah menempuh pendidikan sarjana program studi teknik industri di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Beliau berdomisili di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Saat tulisan ini dipublikasikan beliau menjadi seorang peternak lele. Tulisan ini bersumber dari obrolan kami dengan sedikit penyesuaian


Saya: "Assalaamu'alaikum, sehat Bar?" (maksudnya adalah Akbar)


Akbar: "Wa'alaikum salam kang"


Saya: "Nah, ini dia lulusan teknik industri"


Akbar: "He..he... ah itu dulu kang"


Saya: "Bar, masih nernak lele?"


Akbar: "Alhamdulilah masih kang, ini sudah mau masuk periode ketiga apa yah"


Saya: "Bar, ceritanya kok jadi nernak lele itu belajar dari mana?"


Akbar: "Oh, kalau memelihara ikan memamg saya sudah seneng dari dulu sih kang, saat saya masih sekolah SMA dulu saya juga sudah mempunyai kolam kecil"


Saya: "Padahal kamu kan sarjana teknik industri yah?"


Akbar: "he..he.. iya kang, sekarang nernak lele, jadi yang diambil ya kewirausahaannya kang, entrepreneur. Dulu sih sebenarnya pernah juga mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan, dan ahmadulillah salah satunya saya dapat panggilan, yang di Boyolali itu kang. Tapi ya karena pas saat itu ayah saya kena musibah dan tak ada yang menunggui di rumah, ya beginilah kang jadi peternak lele. Mungkin nanti jika ibu saya sudah mau untuk menetap di sini, ya saya akan memasukkan lamaran-lamaran lagi kang. Yah, bagaimanapun ya kepingin kerja formal kang, karena saaya punya ijazah"


Saya: "Tapi itu juga baik lho bar" (saya membatin: "itu lebih baik, karena kamu jadi bossnya")


Saya: "Sekarang punya berapa kolam Bar?"


Akbar: "Alhamdulillah sekarang ada duapuluh kolam kang, untuk kapasitas total 50.000 ekor lele dan alhamdulillah seminggu sekali bisa panen kang"


Saya: "Oh, jadi tidak hanya satu kolam yah. Untuk ternak lele itu masa panennya sih berapa lama Bar?"


Akbar: "Kalau lele, masa panennya adalah dua setengah bulan kang"


Saya: "Tidakkah kepingin memelihara jenis ikan lainnya Bar?"


Akbar: "Sementara belum kang, mengingat banyak hal diantaranya adalah modal dan kebetulan lokasi kolam saya kan di belakang rumah itu kang, agak jauh dari irigasi. Jadi kalau saya mau nguras kolam agak mikir-mikir, engga enak sama tetangga. Biasanya kalau mau nguras total, saya melakukannya bertahap kang, jadi tidak langsung saya kuras semua, paling sejengkal-sejengkal dulu, habis engga enak sama tetangga. Terakhir kemarin, saya buatkan saluran pembuangan pakai pipa PVC itu kang, he..he... itu agak diluar perkiraan saya, habisnya sampai sepuluh juta kang he..he.."


Saya: "Iya sih memang, rumahmu agak jauh dari irigasi. Untuk airnya sih diambil dari mana Bar?"


Akbar: "Pakai sumur bor kang, kemarin kedalamannya sekitar dua setengah pipa PVC, kebetulan di daerah sini kan airnya engga susah"


Saya: "Itu Bar, misal melihara apa itu...udang"


Akbar: "Udang Vaname kang?"


Saya: "Iya itu udang Vaname, itu prospeknya sedang bagus lho Bar"


Akbar: "Iya sih kang, tapi perawatan udang Vaname itu agak susah kang, airnya harus mengalir dan kolamnya diruangan tertutup, memang untuk peluang untungnya besar sih kang, tapi resiko kerugiannya juga besar"


Saya: "Iya sih memang, ... atau ini Bar, melihara lobster air tawar"


Akbar: "oh itu belum sih kang, sementara masih lele saja yang masa panennya cepat"


Saya: "Bar modalnya bisa muter ya Bar... he..he.. kalau tentang ternak lele, hamanya itu sih apa Bar?"


Akbar: "Kalau ternak lele paling hamanya sih jamur kang, kalau saya sih seminggu sekali mengecek pH air kalau pHnya sudah turun biasanya airnya akan saya kuras separoh, karena kalau dikuras semua, biasanya hari berikutnya akan banyak yang mati he..he.. sama ini kang hujan itu juga mempengaruhi pH kolam kang, pas periode kedua saya dulu itu saya agak kerigan kang, karena pas saat itu saya pas sedang di rumah mertua di Cilacap. Lele yang mati agak lumayan he..he..."


Saya: "Oh begitu ya, sama ini mungkin ya Bar, lelenya dimakan sama temannya"


Akbar: "Iya kang, jadi kalau dalam satu kolam kok ada satu yang ukurannya lebih cepat besar duluan, ya harus langsung dicari itu kang. dikuras dulu airnya baru dicari, kalau dibiarkan saja bisa bahaya kang he..he.. jadi saat ngasih pakan itu harus sambil dilihat ada tidak yang ukurannya tak sama"


Saya: "Kalau pengadaan bibit dan penjualan panenannya sih kemana Bar?"


Akbar: "Alhamdilillah sudah ada pengepul lele yang siap menerima berapapun lelenya kang, jadi saya sudah tidaak mikir lagi urusan penjualan. Kalau bibit, saya dapatkan dari si pengepul itu kang, karena kalau bibitnya saya ambil dari dia, nantinya dia mau menerima penjualan lelenya kang. Yah memang selisih sih, tapi ya paling hanya kisaran 5 rupiah per bibit kang, dan yang penting saya sudah tak mikir lagi urusan penjualannya"


Saya: "Ooo begitu ya... jadi tidak melakukan pembibitan sendiri"


Akbar: "Dulu pernah sih kang, tapi ya itungannya belum maksimal. Dulu paling baru sampai itungan berapa ribu ekor, dan saya itung-itung malah rugi buat beli pakan cacing sutranya"


Saya: "Kalau tentang harga sih bagaimana bar, berapa harga terendah yang pernah kamu alami pas masa panen?"


Akbar: "Untuk harga sih alhamdulillah stabil sih kang, pada kisaran Rp 16.000 an yang kemarin itu dibeli Rp 16.500 per kilonya. Jadi pengepul beli dari saya seharga itu yang nanti akan dia jual paling di kisaran Rp 19.000 an"


Saya: "He..he.. dan yang untungnya besar bagaimanapun tetap pengepulnya ya bar, juga peternak bagaimanapun tidak bisa mengatur harganya sendiri"


Akbar: "he..he.. iya sih kang, jadi semacam belum ada lembaga yang melindungi peternak"


Saya: "he..he.. tapi yang jelas, beternak lele bisa jadi sumber penghidupan kan?"


Akbar: "he..he... iya kang, alhamdulillah"



3 Komentar

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

  1. Sip Kang Akbar, bisa jadi sumber inspirasi

    BalasHapus
  2. biar untungnya bisa lebih besar... jadi peternak sekaligus pengepul juga atau biar keuntungannya bisa dimanfaatkan bersama.. buat koperasi produksi PL (Peternak Lele), seperti para petani organik sekarang ada Koperasi TON (Tani Organik Nasional).

    BalasHapus
  3. sopo sing gelem obah.. bakalan ngupah

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

Lebih baru Lebih lama