Kisah Hidup dan Keteladanan Abu Hurairah - Cerpen Sahabat Nabi

Oleh : Nurul Laeli Mahmudah - XII Agama

Saya Nurul Laely Mahmudah mahasiswa Universitas Indonesia yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Bumi Ayu. Salah satu bentuk pengabdian saya adalah mengajar di masjid. Tepat pukul 4 sore, saya bersama 4 orang teman saya seperti biasa sholat di Masjid Nurul Huda. Setelah sholat, saya mendengar suara ricuh anak-anak yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan kisah-kisah teladan yang sudah saya janjikan sebelumnya.

Fatih : “Kak.. Tadi qobla Ashar, kami sudah mengaji Al-Qur’an bersama kak Akbar kak. Sekarang giliran kakak bercerita kak,”

Dhea : “Iya.. Ayo kak.. Bercerita”

Saya : “Sebentar sayang.. Kakak lagi melipat mukenanya dulu. Kalian sana duduk dulu.”

Sinta : “Siap kakak cantik.”

Mendengar celotehan anak-anak yang sudah tidak sabar, saya pun bergegas melipat mukena. Kemudian, saya menghampiri mereka dan mengucapkan salam.

Saya : “Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh anak-anak.”

Anak-anak : “Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh kak Nurul.”

Saya : “Masya Allah.. Alhamdulillah, semangat sekali kalian hari ini.”

Ulil : “Iya dong.. Kan mau belajar sama kak Nurul, jadi semangat dong hehee.”

Fita : “Halah kamu lil, mau ngaji apa mau cari perhatian?”

Anak-anak : “Huu!!!!!! Ulil.. Ulil.”

Saya : “Haduhh,, sudah-sudah anak-anak.. Kalian jangan ribut, nanti kalau kalian ribut terus kakak tidak jadi cerita dong.”

Ulil : “Okee siapp kak.”

Saya : “Di sore hari ini kakak mau bercerita tentang sahabat nabi perawi hadis terbanyak. Kira-kira siapa ya, ada yang tau?”

Fatih : “Orangnya laki-laki atau perempuan kak?”

Saya : “Beliau seperti Fatih, berjenis kelamin laki-laki.”

Suasana hening seketika. Anak-anak sedang berpikir kritis untuk memikirkan jawabannya. Setelah 1 menit hening, Lintang, salah satu anak yang paling rajin menjawab.

Lintang : “Abu Hurairah bukan kak?”

Saya : “Emm.. Yang lain ada yang tau?”

Dhea : “Abu Nawas bukan kak?”

Malik : “Abu Nawas pelawak Dhea, bukan perawi hadis.”

Saya : “Okee.. Terimakasih Lintang dan Dhea yang sudah berani menjawab. Betul, apa yang dikatakan Malik, bahwa Abu Nawas itu bukan perawi hadis. Jadi yang benar adalah jawaban dari Lintang.”

Anak-anak : “Yeayy.. Selamatt Lintang ”

Lintang : “Terimakasih kak Nurul, terimakasih teman-teman.”

Saya, anak-anak : “Sama-sama Lintang.”

Saya : “Baiklah anak-anak langsung saja kakak akan bercerita mengenai Abu Hurairah,”

Anak-anak : “Baik kak,”

Saya : “Abu Hurairah, siapa sih disini yang tidak mengenal Abu Hurairah?”

Sinta : “Saya tidak kenal kak, pernah ketemu jugaa tidak,”

Fita : “Sama, saya juga tidak kak.”

Saya : “Oke, mungkin selama ini yang kalian tahu sahabat nabi hanya Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Padahal, sahabat adalah orang yang bertemu nabi dalam keadaan Islam dan meninggal dalam keadaan Islam juga. Nah, kali ini akan kita bahas salah satu sahabat nabi yang diberi gelar Al-Muktasirun fil hadis. Apasih Al-Muktasirun fil hadis?”

Ulil : “Sahabat nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis bukan kak?”

Saya : “Pinter Ulil.. Yups, benar sekali apa yang dikatakan ulil. Salah satu sahabat nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis adalah Abu Hurairah. Beliau memiliki nama lengkap Abdurrohman bin Shakhr al-Dausi. Beliau lahir pada tahun 598 M. Nama Abu Hurairah itu didapatkan dari Nabi Muhammad, yang artinya Bapaknya Kucing. Panggilan Abu Hurairah (bapaknya kucing) diberikan pada saat Rasul melihatnya membawa kucing kecil yang keluar dari lengan baju gamisnya di satu majelis Rasul saw.”

Malik : “Abu Hurairah berasal dari mana kak?”

Saya : “Abu Hurairah berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman. Sejak kecil beliau sudah menjadi yatim. Ketika muda beliau bekerja pada Basrah binti Ghazawan, yang kemudian menjadi istrinya setelah masuk Islam. Abu Hurairah masuk Islam pada tahun ke-7 Hijriah pada tahun perang Khaibar.”

Fita : “Perang Khaibar itu apa kak?”

Saya : “Pertanyaan yang bagus Fita.. Perang Khaibar adalah perang yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Nabi Muhammad Saw. dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaybar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi.”

Fita : “Oke kak."

Saya : “Semasa hidupnya beliau menjadi penghuni suffah, tempat berlindung para sahabat di masjid Nabawi. Beliau mengosongkan seluruhnya waktunya hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Abu Hurairah salah seorang sahabat yang mendapat do’a dari Rasulullah Saw. sehingga hafal terhadap apa yang didengar dan dilihat. Disini siapa yang mau tau bagaimana sih Abu Hurairah mendapatkan doa dari Rasulullah?"

Anak-anak : “Saya kak.”

Saya : “Dalam salah satu hadis yang diriwayatakan al-Bukhari dikatakan: Dari Abu Hurairah berkata Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadis namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: Hamparkanlah selendangmu. Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: Ambillah. Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi."

Lintang : “Subhanallah ingin deh seperti itu.”

Saya : “Abu Hurairah mendapatkan doa dari Rasulullah karena memiliki sifat-sifat yang terpuji loh anak-anak. Diantaranya wara’, taqwa, dan zuhud, ahli ibadah ahli tahajjud sepanjang malam. Ketika diangkat maenjadi gubernur pada masa Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, beliau menolaknya. Namun, pada masa Mu`awiyah beliau dingkat menjadi Gubernur Madinah.”

Malik : “Semoga kita bisa mencontoh sifat-sifat baiknya.”

Saya, anak-anak : “Aamiin..”

Saya : “Oh ya anak-anak, berbicara mengenai Abu Hurairah, ternyata beliau sudah meriwayatkan 5.374 hadis. Banyak sekali ya anak-anak?"

Dhea : “Banyak banget kak, bisa buat beli cilok tuh angka 5000."

Sinta : “Kamu ini pikirannya makan terus. Huh, dasar!"

Saya : “Sudah-sudah… Supaya pikirannya jangan makanan terus, coba Dhea jawab pertanyaan kakak. Kira-kira faktor apa saja yang membuat periwayatan hadis Abu Hurairah begitu banyak ya?"

Dhea : “Menurut Dhea, faktor yang membuat periwayatan Abu Hurairah begitu banyak adalah beliau mendapatkan doa dari Nabi Muhammad.”

Saya : “Betul sekali Dhea. Kakak tambahkan sedikit ya anak-anak. Selain yang tadi sudah disebutkan Dhea, beliau selalu menghadiri majelis Nabi, menjadi penghuni suffah, dan beliau Banyak mengambil hadis dari para sahabat senior karena usianya cukup panjang dan hidup selama 47 tahun setelah wafatnya Nabi saw.”

Fita : “Oh jadi seperti itu ya kak,”

Saya : “Iya Fita. Beliau wafat karena sakit pada tahun 678 M atau tahun 59 H di Madinah, dan dimakamkan di Baqi." (Lihat Jannatul Baqi di Google Maps)

Malik : “Oke kak.. Eh, di akhir kakak cerita, kakak menyediakan kuis tidak kak?”

Saya : “Pertanyaaan yang paling kakak tunggu-tunggu. Oke, kali ini kakak menyediakan kuis. Bagi siapa saja yang bisa menjawab tercepat, kakak kasih hadiah. Pertanyaannya adalah berapa hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah?”

Malik : “5.200 kak,”

Saya : “Masih salah Malik. Coba yang lain ada yang masih ingat?”

Ulil : “5.374 kak,”

Saya : “Benar sekali Ulil.. Selamat, hadiah ini jatuh di tanganmu. Ayo teman-teman, ucapkan selamat kepada Ulil.”

Anak-anak : “Selamat ya Ulil.”

Ulil : “Alhamdulillah, terimakasih kakak cantik, terimakasih teman-teman.”

Saya, anak-anak : “Sama-sama Ulil.”

Saya : “Baiklah anak-anak, berhubung waktu yang hampir magrib, kakak tutup pelajaran hari ini. Hari besok, kakak akan bercerita mengenai Ibunda Aisyah.”

Malik : “Oke kak, siap.”

Saya : “Sekian dan terimakasih anak-anak. Banyak kekurangan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.”

Anak-anak : “Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.”

Waktu maghrib hampir tiba. Pelajaran hari ini mengenai Abu Hurairah sudah selesai. Harapan saya mereka dapat meneladani sifat-sifat beliau. Sambil merapikan buku, mereka satu per satu bersalaman dengan saya dan bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadahshalat maghrib.

(Dikisahkan kembali dalam sebuah cerita sebagai tugas membuat naskah cerita masa depan dengan konten "Keutamaan Para Sahabat")

Yuks, dukung Nurul Laeli Mahmudah agar meraih nilai terbaik dengan membagikan cerpen ini serta memberikan komentarnya pada kolom komentar.

52 Komentar

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

  1. Tapi temanya kok banyak yang tentang mahasiswa KKN ya, apakah mungkin satu template?

    BalasHapus
    Balasan
    1. *Selanjutnya kegiatan hari ini

      1. Silahkan kalian mulai membaca Kisah tokoh sahabat periwayat hadis

      2. Bayangkan bahwa kalian adalah Mahasiswa KKN yang sedang di masjid di rubung anak-anak usia SD dan SMP ( mereka ingin mendengarkan tausiyah dari kalian ) dan kalian hendak menceritakan kisah para Sahabat

      Nabi

      3. Tuangkan dalam bentuk NASKAH DIALOG antara kalian dengan mereka*

      Itu penjelasan tugasnya pak🙂

      Hapus
  2. berharap akan lahir penulis' manda yang menceritakan kisah dan perjuangn tokoh' islam sehingga menggeser tokoh idola holiwod, boliwod, koreans...dan kartun minim pesan moral islami... ayo terus kembangkan jgan sebatas tugas saja.... jihad melalui pena... semngat...di tunggu karya2 yang lain....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Robbal 'alamiin🙏
      Nggih bu, siap terimakasih😊

      Hapus
  3. wahhh mantap, smangat terus👍

    BalasHapus
  4. Bagus mba Lely. Mungkin kurang pada penekanan keteladanan tokoh yang disampaikan dalam cerita. Amanat atau pesan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh nggih, terimakasih sarannya mas Jarir🙏😊

      Hapus
  5. Bagus banget kak... ❤
    Masya Allah Tabarakallahu fii

    BalasHapus
  6. Mantap tulisannya Laely, sederhana tapi penuh makna. Gaya bahasanya mudah dipahami pembaca😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika mudah dipahami😊 Terimakasih Khafid, semoga bermanfaat😇

      Hapus
  7. Masya allah bagus semangat kaka😊

    BalasHapus
  8. Kerenn👍🏻
    Semangat terus 🤗

    BalasHapus
  9. Masyaalloh
    Keren.. semangat🔥

    BalasHapus
  10. MasyaAllah, mantepp Lael!👍
    Semoga tidak hanya menjadi Ustazah dan Mahasiswi UI di cerpen, tapi bisa jadi kenyataan kelak yahh😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Robbal 'alamiin🙏
      Terimakasih Ridho😊

      Hapus
  11. Subhanallah, mantap lell
    Mangatss 👍

    BalasHapus
  12. Mba semoga menjadi inspirasi juga motivasi bagi adik kelas dan orang lain, terus semangat👌😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Robbal 'alamiin🙏
      Syukron nggih hib😊

      Hapus

  13. Mudah dipahami bahasanya, betah baca jadinya.
    Bagus lho kak Laely, semangat uyy!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika betah.. Terimakasih😊
      Semoga bermanfaat👍

      Hapus
  14. Sipp Lel karyamu�� Ditunggu karya selanjutnyaa ya.. Terus asah bakatmuu lel��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap.. Aamiin😊
      Terimakasih😊
      Semoga bermanfaat👍

      Hapus
  15. Masyaallah, terus semangat berkarya yaa.. keren👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

Lebih baru Lebih lama