Maulid Nabi di MAN 2 Kebumen: Meneladani Kejujuran Rasulullah di Tengah Tantangan Era Digital

Kebumen — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kebumen menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema Meneladani Perjalanan Nabi Muhammad SAW Dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan khidmat pada Sabtu (29/82026) dan diikuti oleh seluruh civitas akademika MAN 2 Kebumen.


‎‎Rangkaian kegiatan diisi dengan pembukaan, pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, sambutan serta tausiah keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kebumen, H. Akhmad Taukhid, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh warga madrasah untuk memahami dan mengamalkan keteladanan Rasulullah.

‎‎

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mencintai Rasulullah dan menjadikan akhlak beliau sebagai suri teladan bagi kita semua,” ujar Akhmad Taukhid dalam sambutannya.


‎Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh KH. Imam Syafi’i, Lc., Al-Hafidz. Dalam tausiyahnya, ia mengajak untuk meneladani sifat Rasulullah SAW, salah satunya dengan menjaga kejujuran dalam setiap aspek kehidupan. Kejujuran tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan kesesuaian antara apa yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan.

‎‎

Disampaikan pula bahwa shalat dapat menjadi salah satu bentuk kejujuran seorang hamba kepada Allah SWT. Ketika seseorang melaksanakan salat, ia menunjukkan kepatuhan terhadap kewajiban yang telah diperintahkan, termasuk ketika tidak ada orang lain yang melihatnya. Hal tersebut menggambarkan bahwa kejujuran sejati lahir dari kesadaran dalam diri, bukan semata-mata karena adanya pengawasan dari orang lain.

‎‎

“Shalat itu menunjukkan kejujuran kita kepada Allah. Ketika tidak ada yang melihat, kita tetap melaksanakan salat karena kita tahu bahwa Allah selalu melihat kita,” ujarnya.

‎‎

Nilai kejujuran tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan era digital. Kemudahan teknologi memberikan berbagai manfaat bagi murid, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan dalam menjaga integritas. Penggunaan teknologi dalam belajar, mencari informasi, maupun menyelesaikan tugas perlu disertai dengan sikap jujur dan bertanggung jawab.

Keteladanan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai sosok yang senantiasa menjaga kejujuran menjadi landasan penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran dalam belajar, mengerjakan tugas, menggunakan teknologi, hingga berinteraksi dengan sesama.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, MAN 2 Kebumen berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, murid diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kejujuran, tanggung jawab, serta akhlak yang baik.

Post a Comment

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

Lebih baru Lebih lama