MAN 2 Kebumen Gelar Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama

Suasana di halaman Madrasah Aliyah Negeri 2 Kebumen pada Rabu pagi (01/02) tampak berbeda dari biasanya. Seluruh peserta didik, dewan guru dan pegawai madrasah berkumpul memenuhi area lapangan. Dentuman bas hadroh menggema dari sound system mengiringi sholawat yang dilantunkan sang vokalis. Semua tenggelam dalam suasana yang khidmat.

Kegiatan itu bernama Penguatan Moderasi Beragama bagi peserta didik MAN 2 Kebumen, sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw tahun 1444 H/2023 M. Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kebumen, Drs. Warsam, M.Pd menyebut bahwa acara in bukan berarti membebaskan siswa dari kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. “Justru kegiatan ini dalam rangka memberikan pembelajaran yang dapat diimplementasikan secara langsung di masyarakat” tandasnya.

Disela-sela sambutannya, Ia juga memberikan tantangan kepada peserta didik untuk naik ke atas panggung dan menjelaskan perbedaan makna moderasi dan toleransi. Bagi yang berani dan bisa menjawab dengan benar akan diberikan hadiah uang tunai. Tantangan itu disambut oleh Intan Senjani, peserta didik putri kelas 12 MIPA 2. Dengan mantap dia menjelaskan makna moderasi dan toleransi. Menurutnya, moderasi berarti berada ditengah-tengah atau tidak memihak. Sedangkan toleransi berarti menghargai perbedaan dan tidak saling mengganggu. Atas jawabannya itu dia menerima uang tunai lima puluh ribu rupiah yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Adapun penceramah yang memberikan tausiyah adalah H. Saijan dari Yogyakarta yang juga merupakan alumni MAN 2 Kebumen tahun 1990 (saat itu masih bernama PGA Kebumen). Dalam uraian hikmah Isra’ Mi’raj yang disampaikan, ia menjelaskan makna dibalik ibadah shalat yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Melalui ibadah shalat diharapkan setiap muslim menjadi pribadi yang disiplin, karena shalat harus dilakukan tepat pada waktunya. Selain itu shalat juga mengajarkan kebersamaan, saling menguatkan satu sama lain. Disamping itu, Ia juga menekankan pentingnya membangun keyakinan. Setiap orang punya peluang yang sama untuk berprestasi, sehingga harus diupayakan melalui ikhtiar maksimal dan penuh keyakinan. Jika itu bisa dilakukan maka setiap orang akan meraih prestasi sesuai bidangnya masing-masing.

Meskipun cuaca mendung dan sempat turun hujan, namun pembawaan tausiyah yang ceria serta diselingi humor-humor segar membuat seluruh hadirin antusias mendengarkan sampai selesai. Diharapkan setelah kegiatan ini segenap civitas akademika MAN 2 Kebumen semakin menjadi muslim yang taat dan juga moderat sehingga membawa kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. (mj)


Post a Comment

Terimakasih berkenan untuk memberikan komentar pada tulisan ini. Mohon hargai sesama dan gunakan bahasa serta penulisan yang baik dan sopan. Beberapa komentar menunggu moderasi terlebih dahulu untuk dapat ditayangkan secara publik. ... salam hormat!

Lebih baru Lebih lama